Senin, 22 Februari 2010

[INVIEW] Star Interview: Lee Minho

Penulis: Toru (토​오​루)
www.viralblog.kr
www.news.mt.co.kr

Setelah perkenalan singkatku dengan reporter terpilih lainnya, Minho membuka pintu kafe dan masuk.
Tada~
Iringan musik yang tepat untuk menggambarkan saat itu adalah ”Almost Paradise” oleh T-Max!. Aku hampir merasa mendengar lagu itu saat Minho memasuki kafe dan berjalan menuju kami!
Dia SANGAT tinggi – 187 cm. Karena dia kurus, maka dia terlihat makin tinggi. Kulitnya memiliki warna coklat yang sehat. Minho punya hidung yang bagus tapi yang paling menarik perhatianku adalah mata indahnya~ Sangat besar dan sungguh indah layaknya mata sapi dengan gen yang baik….
Jari-jarinya sangat panjang dan indah- jika dibandingkan jariku terlihat sangat pendek dan gemuk. Selain itu suaranya terdengar saaaangat merdu, seperti ”Candy to My Ears” (lagu yang dinyanyikan Baek Ji Young dan Taecyeon ”2PM”).

 

Setelah Minho dan reporter saling mengucapkan salam, kami mengambil foto bersama. Ketika ditanya apa saja yang telah dia lakukan akhir-akhir ini, dengan bercanda dia bilang, “Aku sedang bertapa di rumah”. Ketika ditanya tentang perannya sebagai Jeon Jinho, dia bilang “Jinho orang yang gila kebersihan, berhati dingin, berfikir rasional dan tertutup.”.
Ketika seseorang bertanya apa yang telah dia persiapkan untuk memerankan karakter itu, dia menambahkan ”Karena dia adalah seorang arsitek profesional, aku sedang mempelajari arsitektur dan akhir-akhir ini sering olahraga.”.
Dia bilang dia tidak terlalu banyak latihan sebagai homoseksual, karena perannya di drama bukan seorang homoseksual. Dia sangat terkejut ketika membaca judul artikel di portal Korea tentang drama barunya ”Lee Minho bertransformasi menjadi seorang homoseksual” atau sesuatu seperti itulah.
Minho bilang dia membaca novelnya baru setengah saja karena dia takut TERJEBAK dalam karakter novel tersebut, seperti yang telah dia alami dengan BOF! Dia berharap bisa menciptakan karakter Jinho sesuai dengan penggambarannya sendiri.
Aku sepertinya memahaminya, memikirkan kalau karakternya sebagai Gu Junpyo mungkin saja akan berkurang jika dia mempelajari dan menganalisis terlebih dahulu peran itu dengan cara melihat dulu versi Jepang, Taiwan dan buku komik aslinya dan lain-lain.
Dibawah ini adalah jawaban-jawaban Minho atas pertanyaan yang ditanyakan oleh reporter.
Q: Jika teman baikmu ternyata homoseksual dan kemudian jatuh cinta padamu?
Seandainya insiden tidak menguntungkan itu terjadi (”semua orang tertawa*) dan jika dia mencintai orang lain, aku tidak keberatan punya teman seorang homoseksual sebagai sahabatku. Tapi jika dia mencintaiku, aku akan menjaga jarak. Aku masih berteman dengan dia, tapi tidak akan sama seperti sebelumnya.
Q: Bagaimana kalau kamu dilahirkan sebagai artis wanita?
Aku sering dilontarkan pertanyaan seperti itu, tapi sebenarnya aku tidak ingin dilahirkan sebagai wanita *tertawa kecil*.. Ada terlalu banyak hal yang harus diurus, seperti memakai riasan tiap hari (tiba-tiba ada seseorang yang bertanya padanya ”Bukankah kamu masih harus memakai riasan tiap hari?” dan dia menjawabnya begini ”Aku tidak harus melakukan itu – penata rias yang melakukan itu padaku.” *semua orang tertawa*).
Wanita harus selalu menjaga penampilanya dan harus berhati-hati pada aspek-aspek tertentu. ”KARENA mereka adalah wanita.” Tapi tetap saja jika AKU HARUS terlahir sebagai wanita, khususnya seorang aktris, aku ingin lahir sebagai artis seperti ”Marlyn Monroe”, sebuah ikon negara atau kalau di Korea itu seperti ”Kim Hyesu”, yang merupakan orang yang kuat dan percaya diri, tidak berpura-pura. Jika aku seorang wanita, aku ingin hidup seperti mereka, memberi dampak yang besar pada masyarakat.


Dia banyak membicarakan tentang para penggemarnya dan sepertinya sungguh menghargai mereka. Tentang semua penggemar dalam dan luar negeri yang mendukungnya, tentang penggemar yang melakukan donasi untuk Haiti, dan juga mengenai fakta bahwa banyak penggemarnya yang memikirkan kehidupan pribadinya dan tidak menguntit dan berkeliaran terus ke sekitar rumahnya.
Dia sepertinya tahu semua gambar photoshop “Personal Taste” di website dan panggilannya seperti “Binggu” atau “Sah-oh-Jung” (dinamai oleh beberapa DC gall-ers). Hal ini membuatku berfikir kalau dia mengunjungi situs penggemarnya dari waktu ke waktu!
Dia bilang dia tidak terhina dengan panggilan tersebut, malah memikirkannya sebagai panggilan yang lucu, biasa dan ramah. (Aku rasa itu adalah karakter orang linglung di beberapa komedi Korea, karena Minho punya senyum seperti anak kecil yang natural, terkadang beberapa fans memanggilnya ‘Binggu”)
Hal yang membuatnya sangat terkesan adalah bermacam-macam gambar photoshop yang dibuat penggemar ketika dia terpleset di “red carpet Baeksang Film Festival tahun 2009”. Dan yang membuatku kaget adalah salah satu dari reporter yang terpilih di interview ini adalah fotographer yang melihat kejadian itu dan mengambil foto tersebut!!


Hal yang membuatku sangat terkesan tentang Minho adalah mengenai filosofi-nya soal “akting”. Dia menyebutkan,
Hal terpenting dalam akting seharusnya adalah menjadi “Nyata dan Sungguh-Sungguh. Aku harus sungguh-sungguh memahami apa yang memotivasi aku untuk mengatakan beberapa kalimat dan tujuan/maksud apa yang harus aku miliki untuk mengatakan suatu kalimat, dll. Memahami dan menyelami diriku ke dalam karakter dengan benar adalah hal paling penting dalam akting.
Secara keseluruhan, dia memberiku kesan sebagai orang dewasa untuk orang seumurnya. Ketika waktu sudah lewat satu jam, dia diberi pertanyaan terakhir mengenai targetnya.
Dia bilang, “Ketika aku tambah tua, katakanlah di umur 30-an, aku ingin dihormati oleh aktor junior sebagai aktor hebat. Tapi di atas semua itu, sebagai seseorang, aku ingin diingat sebagai orang yang manusiawi.
Kesimpulanku tentang aktor Lee Min Ho adalah dia punya pemikiran yang menarik begitu juga dengan penampilan visualnya yang berdaya tarik magnet.
Penerjemah bahasa Inggris: YK88@soompi.

0 comments:

Posting Komentar